19 Jan 2013

Bola Basket



Bola Basket

Ada 3 dasar menggerakkan bola dalam bola basket yaitu operan (passing), menggiring (dribbling), tembakan (shooting).
1.    Operan (passing) adalah cara tercepat dan terefektif memindahkan bola dari satu pemain kepemain lain.
Macam-macam operan:
b.    Two handed chest pass : operan kearah dada dengan dua tangan
c.    Two handed bounce pass : operan memantul dengan dua tangan
d.    Two handed overhead pass : operan dari atas kepala dengan dua tangan
e.    One hand (push) pass : operan mendorong kedepan dengan jarak dekat
f.     Behind the back pass : operan melewati belakang tubuh
2.    Menggiring (dribbling) adalah cara untuk bergerak dengan bola  yang dilakukan oleh seorang pemain bertujuan untuk membebaskan diri dari lawan atau mencari posisi bagus untuk mengoper atau menembak bola.
Macam-macam menggiring:
  1. Change of  pace dribble : menggiring dengan mengatur tempo giringan bisa cepat atau lambat
  2. Low control dribble : menggiring dengan rendah dan terkontrol
  3. High or speed dribble : menggiring dengan secepatnya
  4. Crossover dribble : menggiring dengan satu tangan yang kemudian saat pemain bertahan akan mendorong bola melewati tubuhnya kearah tangan yang lain
  5. Behind the back dribble : menggiring dengan melewati belakang tubuh
  6. Between the legs dribble : menggiring dengan melewati sela kaki
  7. Reverse or spin dribble : menggiring dengan memutar tubuh mengelilingi pemain bertahan
3.    Menembak (shooting) adalah gerakan terakhir untuk mendapatkan angka
Macam-macam menembak:
  1. Set shoot : tembakan yang dilakukan saat tembakan bebas
  2. Lay up shoot : tembakan dengan mendribble terlebih dahulu kemudian mengangkat tangan dan lutut keatas ketika melompat kearah keranjang
  3. Underhand shoot : tembakan yang dilakukan dari bawah ring
  4. Jump shoot : tembakan yang dilakukan sambil melompat pada saat titik tertinggi
  5. Hook shoot : tembakan yang memunggungi ring
  6. Dunking : tembakan dengan cara menggantung di ring baik dengan satu tangan maupun dua tangan
  7. Reverse lay up shoot : tembakan yang dilakukan dengan cara merubah arah dari sasaran papan sebelah kiri ke sebelah kanan
  8. Tapping (Tip in) : tembakan dengan kibasan lemah ujung jari

Posisi Pemain
1.    Guard (point guard atau playmaker) adalah pemain yang mengatur tim,umumnya paling trampil di tim dan seringkali yang terpendek. Pemain ini tidak sering didekat keranjang akan tetapi ia dapat menembak jauh dan memberikan umpan yang akurat pada rekan setimnya, penetrasi ke pertahanan adalah kemampuan efektif yang perlu dikuasai seorang guard.
2.    Forward adalah pemain yang memiliki keahlian menembak jarak menengah maupun jauh dan mampu mendapatkan angka dari penetrasi adalah kemampuan yang dituntut dari seorang forward
3.    Centre adalah pemain yang paling tinggi dalam tim tembakan yang dihasilkan umumnya dari dekat atau bawah ring

Pola penyerangan (offensive)
Suatu usaha yang dilakukan tim untuk menerobos daerah pertahanan lawan sehingga dapat menghasilkan angka.
macam-macam pola penyerangan :
1.    Penyerangan bebas
Penyerangan tanpa pola yang sangat bergantung dari penguasaan teknik, kemampuan taktik dan kesempurnaan fisik dari suatu tim.
2.    Penyerangan kilat (fast break)
Penyerangan secara cepat dengan memanfaatkan situasi tertentu seperti saat bola loncat, saat lemparan kedalam maupun sesudah merebut bola dari serangan lawan
 
3.    Penyerangan berpola (set play)
Penyerangan dengan mengatur setiap pemain regu yang mempunyai tugas tertentu dan menguasai jalur gerakan. Penyerangan ini sangat baik dilakukan bila pertahanan lawan sulit ditembus dan juga sangat baik untuk memperlambat permainan bila sudah unggul dalam poin maupun situasi penyerangan kilat lawan yang sangat kuat.  

Dasar-dasar membuat pola :
  • Ada pengatur serangan (point guard atau playmaker)
  • Ada seorang pengaman
  • Ada beberapa penembak (shooter)
  • Ada seorang perebut bola
Contoh pola penyerangan :
  • 1 – 3 – 1  (diamond)
Pola ini sangat baik untuk penyerangan dengan pertahanan daerah maupun satu lawan satu

  • 1 – 2 – 2 (ault man)
Pola ini diterapkan bila tim tidak mempunyai pemain yang tinggi atau jangkung
 
  • 2 – 3 (reverse)
Pola untuk penyerangan terhadap pertahanan satu lawan satu, kemahiran memotong dan membayang sangat dibutuhkan disamping kelincahan.
Pola pertahanan (defensive)
Suatu usaha yang dilakukan tim untuk menjaga daerah pertahanan dari serangan lawan sehingga menyulitkan lawan menghasilkan angka
macam-macam pola pertahanan:
1.    Zone defence
Sistem pertahanan daerah dimana setiap pemain harus memperhatikan daerah yang harus dijaga selain harus mengawasi arah bola di daerahnya

2.    Man to man defence
Sistem pertahanan orang per orang dimana setiap pemain harus menjaga lawannya satu lawan satu secara ketat
 
3.    Screen swich defence
Sistem pertahanan yang mengkombinasikan pertahanan daerah dan pertahanan orang perorang untuk menghadapi teknik screen lawan.

Unsur pola pertahanan :
1)    Sikap jaga
Cara melakukan :
·         Tekukkan kedua lutut badan sedikit condong kedepan dengan punggung hampir lurus
·         Berdiri sedikit pada ujung kaki dengan keseimbangan
·         Rentangkan dan angkat tangan untuk menghalangi operan dan pandangan tembakan lawan
2)    Olah kaki atau foot work
Cara melakukan :
·         Bergeraklah dengan cara pendekatan, menggeser dan langkah mundur tanpa ada langkah silang
·         Peliharalah jarak, jaga sebaik-baiknya mengingat syarat jaga yang umum dan khusus
·         Ambil jarak lebih cepat selangkah dengan mengikuti pengiring
·         Rapatkan dan cegah lawan yang jelas akan menembak atau baru saja menggiring bola
·         Jangan meloncat sebelum jelas lawan akan meloncat terlebih dahulu
·         Untuk menghindari tipuan pandanglah pinggang lawan
·         Hadang dan tutuplah jalan pemotong yang menuju kedaerah basket

AIDS



AIDS

Penyakit ini sangat ditakuti oleh seluruh masyarakat dunia karena sangat berbahaya. AIDS (Aquired Immune Deficiency Syndrome) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunedeficiency Virus) yang menyerang system kekebalan tubuh (yaitu sistem pertahanan tubuh secara alami). Penyakit ini menyebabkan kurangnya kemampuan tubuh untuk menangkal infeksi dari berbagai bibit penyakit.
Virus HIV merupakan virus yang memiliki masa inkubasi yang lama, diperlukan waktu beberapa tahun untuk menjadi penyakit AIDS. Jika seseorang terkena penyakit AIDS kekebalan tubuh mereka akan menjadi lemah, maka penyakit akan mudah masuk ke dalam tubuh penderita. Oleh Karena itu kematian yang dialami oleh para penderita AIDS itu sendiri bukan hanya disebabkan oleh penyakit AIDS saja tetapi juga disebabkan oleh berbagai penyakit (komplikasi).
Penyakit AIDS ini diduga kuat berasal dari Afrika, karena jauh sebelum ditemukan penyakit AIDS di Afrika telah ditemukan kanker sarcoma kopsi dan sejenis pneumonia (penyakit darah) yang merupakan penyebab utama kasus kematian karena penyakit AIDS.

a. Gejala-Gejala:
Gejala-gejala yang sering muncul pada penyakit AIDS adalah sebagai berikut:
1. Banyak gejala umum, seperti pilek, batuk, flu dalam waktu yang lama.
2. Pembengkakan getah bening dileher, ketiak atau lipat paha.
3. Berat badan turun, berkeringat malam hari, demam, keletihan, diare, nafas pendek dan batuk-batuk.
4. Adanya bercak ungu di seluruh kulit.

b. Cara penularannya:
1. Melalui hubungan seksual secara langsung.
2. Melalui kontak darah dengan darah, misalnya saling bergantian jarum suntik atau menerima darah dari pendonor yang mengidap penyakit AIDS.
3. Ibu hamil yang positif HIV memungkinkan menularkan penyakitnya kepada bayinya.


c.  Cara pencegahannya:
1. Jauhkan hubungan seks yang beresiko tinggi terhadap penyakit AIDS.
2. Waspadai donor darah atau penggunaan jarum suntik secara bergantian.
3. Tolak penggunaan narkoba
4. menggunakan kondom bila melakukan hubungan seksual yang beresiko

d. Cara pengobatannya:
Sampai saat ini belum ditemukan pengobatannya secara pasti. Kalaupun ada itu baru dalam tahap eksperimen dalam rangka penelitian saja.

Pencak Silat



Pencak Silat

Serangan
Serangan adalah usaha menjatuhkan lawan, yang dapat dilakukan dengan menggunakan kaki, tangan, siku dan lutut.
Serangan menurut arah lintasannya :
a.        Melalui atas; tumbuk, pedang, ketok, patuk dan tebak.
b.       Melalui bawah; banbul/cetok, sanggah, colok/tusuk
c.        Melalui samping; pendang, tamper, banbul dan kepret
Jenis-jenis serangan:
1.    Serangan menggunakan siku, dengan arah serangan ke depan, samping, belakang, serong, atas dan bawah.
2.    Serangan tungkai/ kaki disebut juga tendangan, dapat digunakan dengan menggunakan bagian-bagian kaki, yaitu punggung kaki, telapak kaki, ujung kaki dan tumit.
3.    Serangan kaki dapat dilakukan dengan posisi dan lintasan depan, samping, belakang dan busur.
4.    Serangan lutut. Dapat dilakukan melalui bawah dan samping.

Belaan
Macam-macam belaan dalam pencak silat antara lain:
a.    Tangkapan.
            Tangkapan adalah pembelaan dengan cara menahan tangan/ kaki lawan untuk menjaga serangan berikutnya atau merupakan unsur teknik jatuhan atau kuncian. Tangkapan terdiri dari tangkapan satu lengan dan dua lengan. Tangkapan satu lengan dapat dilakukan dengan tangan, lengan, ketiak kempit.
b.    Jatuhan
            Jatuhan adalah usaha menjatuhkan lawan sebagai tindak lanjut dari tangkapan atau secara langsung. Jatuhan dapat dilakukan dengan cara:
1.    Menambah tenaga serangan lawan, searah dengan tarikan atau dorongan.
2.    Merubah arah serangan lawan dengan dorongan, tarikan atau putaran.
3.    Meniadakan tumpuan badan lawan, dengan sapuan, kaitan, angkatan, ungkitan dan guntingan. Keterangan sebagai berikut :
·         Sapuan adalah usaha menjatuhkan lawan dengan cara menyapu kaki lawan dengan menggunakan kaki.
·         Kaitan adalah usaha menjatuhkan lawan dengan cara mengait kaki lawan dengan menggunakan kaki.
·         Angkatan adalah usaha menjatuhkan lawan dengan cara mengangkat kaki lawan dengan menggunakan kaki.
·         Ungkitan adalah usaha menjatuhkan lawan dengan cara mengungkit lawan dengan menggunakan kaki disertai dorongan.
·         Guntingan adalah usaha menjatuhkan lawan dengan cara menggunting kaki lawan dengan menggunakan kaki.

Lepasan
Lepasan adalah usaha untuk melepaskan diri dari tangkapan lawan. Lepasan dapat dilakukan dengan teknik satu tangan dan dua tangan.
a.    Teknik lepasan satu tangan, terdiri dari : sentakan, serangan, dan putaran.
b.    Teknik lepasan dua tangan, terdiri dari : bantingan, serangan dan bukaan.
c.    Tehnik kuncian


Kombinasi serangan dan belaan
Kombinasi ini dapat dilakukan dengan perorangan atau secara berpasangan contoh:
a.    Serangan perorangan: Tangkis ke luar, pukulan lurus ke depan, dilanjutkan dengan tendangan lurus ke depan atau dilakukan dengan gerakan ke belakang.
b.    Berpasangan: A melakukan pukulan lurus, B menangkis dengan tangan, dan kaki menendang lurus ke depan dilanjutkan badan berputar dan melakukan tendangan busur.